Bunga
Tampa Nama
Aku,
aku adalah seorang manusia yang datang mencari dirimu yang yang ternyata
mencari orang lain. Aku adalah seorang nelayan yang memancing menggunakan
sebuah kail yang jauh lebih buruk dari pada nelayan yang memancing menggunakan
jaring. Tapi kenapa kau tidak pernah memberiku sedikit ikan yang bisa kusantap
dan menenangkan jiwaku? Kau datang hanya untuk “menghargai”.
Siang di depan kelas Wulan
termenung lesu dengan wajah galaunya.
“Hi, Lan”. sapa Rehan
bahagia.
“Iya Han, kenapa?”
“Eh, kok galau kali kau?”
“Gak aku gak kenapa, udahlah jangan terlalu
merhatiin aku!” ucap Wulan ketus.
“Eh, kalo ada masalah
cerita dah!. Gak baik lho di pendem pendem ”.
Balas Rehan dengan senyuman manisnya.
“Makasih Han tapi
sebelumnya aku siapanya kamu Han? Seenaknya kamu ngatur
hidup aku ”.
“Iya emang aku bukan
siapa-siapnya kamu Lan, tapi stidaknya aku tu perhatian ke kamu! ”.
“Udahlah Han jangan sok
berlebih!”. Jawab Wulan kemudian pergi meninggalkannya.
Aku saadar aku bukanlah
siapa-siapa bagi Wulan. Aku hanyalah seorang teman yang memberikan perhatian
lebihku untuknya. Walaupun aku tau di dunia ini terdapat Farell anak dance yang
menjadi idola Wulan di sekolah.
Tak ku sangka tiga bulan
mereka kenalan hingga akhirnya mereka pun jadian. Niat ku untuk mendekati Wulan
pun menjadi sedikit berkurang. Sakit memang mendengarnya tapi mau bagaimana
lagi aku tidak memiliki hak untuk itu, hak untuk mendapatkan kasih sayang, hak
untuk mendapatkan cinta darinya pun kini telah hilang.
Semakin hari sikap Wulan
pun semakin ketus dan jutek terhadapku,
hingga aku pun merasa seperti bukan lagi seorang teman baginya.
“hi Lan”. Sapku tegas.
“Iya kenapa?”. Jawab Wulan.
“Gak kenapa, ku cuman
pengen tau kenapa kamu mulai ngejauh sekarang” .
“memmangnya aku harus
dekat dengan mu? Sedekat adik kakak kah atau pacar?. Gak, kamu salah besar!.
Sadar Han , aku udah punya pacar, jadi sebaiknya kamu gak usah ngedeketin aku
lagi!”. Balas Wulan menyindir.
“Tapi lan, gak bisa kah
kau memberikan sedikit kesempatan untukku?
“Kesempatan apa Han?
Dikalau memang ada ku takkan memberikannya untukmu Han!”
“Tapi Lan?”
“Gak ada namanya tapi
Han!”
“Walaupun kamu seperti ini tapi aku akan
selalu ada untuk mu Lan!”
“Tersera kamu Han, aku
mau pergi. Udah terlambat gara-gara kamu!”
Sejak saat itu hubungan
Rehan dan Wulan pun tidak kelihatan sedikit apapun, bahkan mendengar perkataan
Wulan hari itu membuat Rehan yang dulu Terbang tinggi dengan sejuta mimpinya
harus jatuh dengan kerasnya di atas batu tampa tuan. Tubuhnya memang masih utuh tapi sadarkah bahwa
hatinya telah hancur berkeping-keping.
Hingga suatu saat Wulan pun
jatuh sakit, ginjalnya mengalami kerusakan parah sehingga ia di fonis tidak
akan bisa hidup lebih lama lagi, kecuali ada yang mendonorkan ginjal untuknya.
Mendengar hal tersebut Farell pacarnya pun meninggalkannya dan mencari kekasih
lain. Tapi tidak dengan Rehan, Ia pun akhirnya datang mengorbankan jiwanya dan
mendonorkan kedua ginjalnya demi kesembuhan Wulan pujaan hatinya. Wulan pun
akhirnya sembuh dan kembali sehat. Tetapi setelah mendengar bahwa yang
mendonorkan ginjal untuknya adalah Rehan , betapa sedih dan deru tangisan yang
dikeluarkannya. Apalagi setelah membaca surat yang di tulis Rehan sebelum ia
mendonorkan ginjalnya.
“Hi Lan, membaca surat
ini berati kamu udah sembuh, dan sehat. Seneng kan? Tapi sayang aku gak bisa
liat kamu sekarang, ga bisa liat
kenyataan langsung. Ku hanya bisa melihat dari atas sini, dari surga Lan!. Sayang
sekali aku gk bisa bicara dan ngobrol lagi dengan kamu sama seperti waktu di
sekolah. Sayang aku gak bisa liat wajah kesel kamu ketika aku deketin kamu Lan. Sayang
kamu gak akan pernah bisa ngeliat wajah aku lagi, tapi apa daya Lan, disini aku
masih menyayangimu, masih seperti yang dulu dan inilah bukti dari itu semua.
Semoga kamu bahagia dengannya, sekarang udah gak ada aku lagi Lan, aku yang
selalu mengganggu hari-harimu. Tetep senyum yah!, doain aku biar aku bisa bahagia
di ats sini, di surga. Semangat Wulan, I Love You”
Membaca surat tersebut
Wulan langsung menangis dengan tersengi-sengi. Tapi apa daya penyesalan selalu
datang di akhir. Sekarang tidak adalagi yang namanya Rehan apalai Farell, yang
ada hanyalah kenangan Rehan yang tak pernah di hargai seperti Bunga Tampa Nama.
Karya : I made yogi windu
saputra